PROFIL DIRI

 

PROFIL DIRI

Bismillah... Perkenalkan nama saya Elsa Silvia Agustina, saya merupakan seorang mahasiswi dari Universitas Siliwangi, jurusan Pendidikan Masyarakat. Saat ini saya tinggal bersama kedua orang tua saya. Saya merupakan anak kedua dari dua saudara. Sebelum masuk Universitas yang diidamkan, saya pernah menempuh jenjang pendidikan dari mulai TK (Taman kanak-kanak), SD, SMP, dan SMA. Saya sangat bersyukur karena menjadi salah satu makhluk yang diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk merasakan berada di bangku pendidikan sehingga saya dapat merealisasikan salah satu impian saya waktu di bangku SMA, yaitu mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Dulu waktu saya masih SD saya punya cita-cita ingin menjadi guru dengan alasan menjadi guru itu menyenangkan dan mudah. Cita-cita tersebut terus melekat dalam benak saya sampai saya duduk di kelas 3 SMP, maka ketika ditananya tentang cita-cita pasti saya konsisten menjawab ingin menjadi guru dengan alasan yang sama seperti dulu.

Kemudian saya mendapati pengalaman baik suka maupun duka ketika duduk di bangku SMA sampai akhrnya masuk Universitas. Waktu itu ketika beranjak naik kelas satu SMA sebelum melaksanakan proses pembelajaran secara formal, semua siswa melakukan tes psikotes untuk menentukan jurusan apa yang akan ditempuh, yakni terdiri dari jurusan IPA dan IPS. Sebelumnya saya memutuskan untuk mengambil jurusan IPS dengan alasan atau dengan mindset bahwa jurusan IPA itu sulit, dan juga karena saya emang basic nya tidak suka dengan pelajaran matematika ataupun segala pelajaran yang berhubungan dengan rumus. Tetapi setelah itu ketika saya mengikuti tes psikotes hasil yang keluar ialah bahwasannya saya direkomendasikan untuk mengambil jurusan IPA karena dari hasil tersebut menentukan bahwa otak saya cocok untuk jurusan IPA. Namun beruntungnya, tes psikotes tersebut hanyalah sebuah rekomendasi atau pilihan terbaik, jadinya saya tidak harus/wajib mengikuti hasil tes psikotes tersebut untuk mengambil jurusan IPA. Maka saya memutuskan untuk tetap mengambil jurusan IPS dengan alasan dan mindset yang sama seperti sebelumnya. Setelah dua semster saya menikmati proses pembelajaran di jurusan IPS, saya merasa tidak menyesal atas keputusan dulu saya memilih jurusan ini. Saya dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan nyaman serta hal terseut membuat prestasi dan jiwa sosial saya meningkat dibandingkan dulu waktu di bangku SMP. Sebagai contoh, yang awalnya dulu saya hanya menduduki peringkat sepuluh besar kemudian akhirnya saya mengalami peningkatan yang cukup besar dalam peringkat di kelas. Kemudian batu loncatan terbesar pada saat itu ialah ketika beranjak ke bangku kelas dua SMA, saya terpilih untuk menjabat sebagai staf dalam organisasi siswa (OSIS) yakni sebagai seksi publikasi. Itu merupakan pengalaman yang paling berharga bagi saya, karena sebelumnya saya tidak pernah mengikuti organisasi manapun. Namun di sisi lain rasa khawatir ada pada diri saya, karena dengan tidak ada pengalaman berorganisasi sebelumnya saya khawatir jika tidak dapat menjalankan amanah jabatan ini dengan baik dan optimal. Tetapi seiring berjalannya waktu, dengan usaha keras serta dukungan motivasi dari teman-teman akhirnya saya dapat menjalankan jabatan tersebut sampai akhir masa jabatan, meskipun terdapat suka dan duka didalamnya.

Pada saat yang sama ketika kelas dua SMA, saya sempat berpikir ulang tentang cita-cita saya. Yang awalanya dulu ingin menjadi guru, seketika pikiran saya berubah ingin menjadi seorang arsitektur. Keinginan itu muncul karena pada saat itu saya sedang menyukai bidang design, hal tersebut disebabkan saya selalu mengikuti apa yang taman saya inginkan, yang berarti saya masih punya sifat mudah terbawa arus. Maka hal tersebut membuat saya sempat menyesal karena dulu tidak mengambil jurusan IPA. Kemudian siring berjalannya waktu, ketika menduduki kelas 3 SMA, saya bertekad ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Seiring tumbuh dewasanya seseorang, maka dia akan merubah mindset nya ke arah yang lebih baik. Begitu pun dengan saya, pada saat itu saya mengubah mindset yakni saya akan menjalani apa yang sudah menjadi keputusan saya dulu untuk mengambil jurusan IPS, serta saya berpikir ulang tentang apa yang saya cita-cita kan. Pada akhirnya saya memutuskan kembali ingin menjadi guru atau pendidik yang sekaligus dapat berkontribusi di masyarakat. Dengan kekuatan impian tersebut, saya berusaha untuk belajar lebih sunggu-sungguh dari sebelumnya dan fokus untuk bisa mencapai keinginan saya untuk mengenyam bangku kuliah. Akhirnya usaha saya selama ini dalam belajar tidak sia-sia, saya mengalami peningkatan dalam prestasi yakni mendapat peringkat tiga besar di kelas. Hal tersebut menjadi motivasi terbesar saya untuk terus berusaha agar dapat melanjutkan pendidikan di peruruan tinggi.

Awalnya saya berminat untuk kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Islam Negri (UIN) di Bandung dengan alasan saya ingin belajar sambil memandirikan diri dengan hidup jauh dari kampung halaman tanpa orang tua. Akhirnya ketika tiba waktunya seleksi masuk perguruan tinggi, pertama saya mengikuti seleksi jalur raport (SNMPTN) dengan pilihan Pendidikan Kesejahteraan (UPI Bandung) dan Tafsir (UIN Bandung), namun hasil yang keluar saya tidak lolos seleksi. Kemudian selanjutnya saya mengikuti seleksi SBMPTN dengan pilihan Pendidikan Kesejahteraan di UPI Bandung dan Pendidikan Masyarakat di Universitas Siliwangi. Setelah daftar seleksi tersebut, saya sempat berbicara dengan ibu saya mengenai pilihan tersebut, tetapi ibu saya melarang saya kuliah di Bandung yang cukup jauh dari kampung halaman, dengan alasan biaya dan keadaan di kota besar yang mengkhawatirkan bagi saya, hal tersebut membuat saya berpikir ulang. Di satu sisi yang utama saya sangat mengharapkan bisa lolos pilihan di UPI Bandung, tetapi di sisi lain saya jadi cemas jika saya lolos masuk UPI Bandung. Alhasil saya lolos masuk Universitas Siliwangi jurusan Pendidikan Masyarakat, saya sangat merasa senang dan bersyukur serta merasa lega karena tidak jadi masuk ke UPI. Dengan lolosnya saya masuk UNSIL, saya bertekad tidak akan menyia-nyiakan kesempatan berharga ini karena ini merupakan batu loncatan kesekian kalinya bagi saya. Dengan tranformasi dari siswa menjadi mahasiswa, berbagai pengalaman baru dan perubahan-perubahan dapat saya rasakan. Dari mulai mindset, proses belajar, lingkungan, organisasi, dan lainnya. Yang saya rasakan ketika sudah menjadi mahasiswa yaitu saya harus merubah mindset sebagai pribadi yang dewasa untuk arah yang lebih baik di masa yang datang, lingkungan yang lebih dominan terhadap kegiatan belajar dibandingkan sekedar main saja, proses belajar yang tentunya berbeda ketika masih menjadi siswa, berpikir untuk merencanakan dan mempersiapkan sesuatu dari sekarang untuk kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang serta dapat meraih kesuksesan, dan lain sebagainya.

Berada di jurusan Penmas banyak pengetahuan dan pengalaman yang saya alami. Saya sempat berpikir bahwa banyak jurusan lain yang lebih baik dari pada Penmas, karena yang saya pikirkan pada saat saya belum mengenal lebih dalam tentang jurusan penmas, bahwa pengetahuan penmas itu sempit. Tapi seiring banyaknya pengetahuan dan pengalaman saya di penmas ini merubah pikiran saya yang tadinya sempat meragukan berada di jurusan ini, pada akhirnya membuat saya sangat beruntung bisa berada di jurausan Penmas karena saya akhirnya mengerti bahwa Penmas sangat istimewa, karena Pendidikan Masyarakat itu sangat luas. Pendidikan masyarakat berarti menyangkut kepada sesuatu hal yang berhubungan dengan masyarakat, sedangkan lingkup masyarakat itu luas bisa saja melingkupi ranah pendidikan, ekonomi, sosial, politik, dan lainnya. Maka sebagai pendidik masyarakat itu akan paham mengenai berbagai ranah yang berhubungan dengan masyarakat. Sampai sejauh ini saya merasa nyaman dan senang berada di jurusan Pendidikan Masyarakat, karena saya dapat mempelajari berbagai ranah di lingkup masyarakat yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan saya lebih luas lagi serta menambah jiwa sosial pada diri saya. Di sisi lain juga dengan berada di jurusan Penmas sangat relevan bagi saya yang mempunyai impian sebagai pendidik yang berkecimpung di lingkungan masyarakat. Perlahan-lahan saya mulai belajar bagaimana berinteraksi dengan masyarakat, yakni saya pernah mendapati tugas dari salah satu mata kuliah yaitu untuk melakukan observasi lapangan ke lembaga yang baerkaitan dengan ekonomi sosial. Kelompok saya berkesempatan untuk melakukan observsai ke sebuah lembaga Koperasi Nasari di Tasikmalaya, melakukan wawancara dengan ketua Koperasi tersebut untuk dijadikan sebua laporan yang nantinya aan dipresentasikan. Dari pengalaman obsrvasi ke Koperasi tersebut tentunya bukan hanya pengetahuan saja yang didapat, namun pengalaman juga dapat saya rasakan. Mungkin itu salah satu pengalaman yang saya rasakan berada di jurusan Penmas ini, yang pasti kedepannya akan bertambah pengetahuan dan pengalaman baru yang akan saya dapatkan yang akan bermanfaat untuk bekal ilmu ketika nanti terjun sebagai pendidik masyarakat yang bukan hanya mendidik namun sebagai kontributor bagi masyarakat.

Setiap manusia pasti mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing pada dirinya, begitu juga dengan saya. Kelebihan yang saya miliki adalah sebagai berikut.

a.    Saya selalu teliti dalam mengerjakan suatu hal atau tindakan, sehingga sering terjadi minimnya     kesalahan atas apa yang saya kerjakan atau lakukan.

b.    Saya memiliki kemampuan berenang yang baik. Karena di mulai saat saya duduk di bangku kelas 2 SD, saya mengikuti les berenang. Dengan proses yang panjang saya lalui, dari awalnya saya tidak bisa sama sekali sampai akhirnya sedikit demi sedikit saya bisa berenang dan menguasai teknik dan gaya-gaya berenang.

c.    Saya selalu memiliki motivasi besar yang timbul dari diri sendiri terhadap apa yang saya inginkan dan terhadap kewajiban yang harus saya lakukan.

Kemudian kekurangan yang saya miliki adalah sebagai berikut.

a.    Saya terkadang masih lemah atau down ketika menghadapi sebuah kritikan dari orang lain terhadap apa yang saya buat dan yang saya lakukan sehingga saya selalu berfikir untuk menyerah begitu saja.

b.    Saya memiliki sifat malu ketika berbicara di hadapan banyak orang maupun ketika berbicara         dengan orang asing. Misalnya ketika saya presentasi di kelas saya masih saja selalu merasa malu     dan tidak percaya diri atas apa yang saya sampaikan karena takut salah dan malu melihat reaksi     dari teman-teman yang mendengarkan.

c.    Saya masih tidak punya pendirian atau mudah terbawa arus, karena saya masih mencari jati diri     saya seutuhnya. Terkadang saya bingung apa yang seharusnya saya lakukan, yang pada akhirnya    mudah ikut terbawa arus orang lain.

Kekurangan yang saya miliki memang sudah seharusnya jangan dibiarkan, namun kekurangan tersebut sebaiknya dihilangkan atau diatasi dengan kemampuan yang saya miliki. Berbagi kekurangan yang saya miliki tersebut, saya akan mencoba untuk mengatasinya semaksimal mungkin dengan cara sebagai berikut.

a.         Saya akan mencoba untuk kuat atas kritikan yang dilontarkan orang lain kepada saya. Serta saya harus berfikir bahwasannya kritikan itu bukan untuk melemahkan namun untuk mendobrak diri untuk menjadi lebih baik lagi.

b.        Untuk mencegah atau menghilangkan sifat malu dalam diri saya ketika berbicara di hadapan banyak orang, saya akan terlebih dahulu menguatkan mental dan menumbuhkan rasa percaya diri dengan cara misalnya sebelum tampil saya akan berlatih berbicara dihadapan cermin, lalu ketika tampil saya harus yakin atas apa yang saya sampaikan.

c.         Saya harus menemukan jati diri terlebih dahulu dengan mengikuti tes-tes online maupun langsung yang bersangkutan dengan kepribadian atau tes psikotes, dengan bantuan tes tersebut saya sedikit demi sedikit akan mengetahui seperti apa kepribadian saya sebenarnya. Sehingga jika saya sudah menemukan jati diri saya maka setiap langkah atau perkara akan saya lakukan berdasarkan apa kata hati saya dan tidak mudah mengikuti arus orang lain.

Sejauh ini berbagai capaian saya salah satunya yaitu terealisasinya target saya ketika awal masuk kuliah yakni lebih berfokus untuk mencari dan memperluas wawasan sehingga dapat mengembangkan aspek kognitif pada diri saya. Perlahan-lahan saya dapat mencapai tujuan saya masuk kuliah yaitu semata-mata untuk mencari ilmu dan pengalaman.

Untuk progres saya 5 tahun kedepan, saya akan menyusun rencana-rencana yang akan saya lakukan dengan mempertimbangkan segala hal, yaitu sebagai berikut.

a.     Saya akan menjalani kuliah dengan sungguh-sungguh sampai lulus cumlaude secara tepat waktu dan menjadi lulusan yang diharapakan yang nantinya dapat berkontribusi kepada masyarakat serta menjadi outcame bagi lembaga. Di samping itu juga, saya selama kuliah saya ingin menjalankan bisnis untuk memenuhi kebutuhan serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

b.        Jika ada kesempatan, setelah lulus S-1 saya ingin melanjutkan ke tahap S-2.

c.    Di sela-sela saya kuliah, saya juga ingin lebih sering mengikuti acara seminar atau sebagainya, memperbanyak pengalaman-pengalaman untuk memperdalam pengetahuan sekaligus memperluas wawasan pada diri saya.

d.   Saya ingin berusaha untuk membuat sebuah program atau komunitas yang ditujukan untuk membantu permasalahan yang ada di masyarakat.


     Sekian, sekilas info mengenai diri saya. Semoga dapat dapat diambil hal positifnya oleh kawan-kawan yang membaca. Terima kasih...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENYEBAB DAN DAMPAK BENCANA ALAM BANJIR TERHADAP MASYARAKAT

TEKNOLOGI INTERNET SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN