PENYEBAB DAN DAMPAK BENCANA ALAM BANJIR TERHADAP MASYARAKAT
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan hidayah-Nya kepada seluruh umat manusia untuk dijadikan pedoman dan acuan dalam meraih keselamatan dunia akhirat. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sebagai pembawa rahmat dan hidayah-Nya, tidak lupa kepada keluarganya, para sahabatnya dan sampailah kepada kita selaku ummatnya yang senantiasa meneruskan perjuangan demi tegaknya Islam di muka bumi ini.
Alhamdulillah dengan hidayah dan taufiq-Nya, dengan kemampuan yang terbatas dalam pembuatan makalah yang berjudul Penyebab dan Dampak Banjir Terhadap Masyarakat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi, dengan pertolongan-Nya penulis dapat mengerjakannya dengan lancar dan tuntas.
Alasan penulis mengambil judul tersebut yaitu peristiwa bencana alam yakni banjir, yang dewasa ini sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Peristiwa banjir tersebut pasti ada faktor-faktor yang menjadi penyebab baik itu oleh faktor alam maupun faktor ulah manusia itu sendiri. Tentunya adanya peristiwa banjir tersebut dapat menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat.
Tidak lepas dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan aspek lainnya. Penyusunan makalah semaksimal mungkin penulis upayakan dan didukung bantuan berbagai pihak.
Semoga segala bantuan dan dorongan yang telah diberikan kepada penulis mendapat pahala berlipat ganda dari Allah SWT. Penulis banyak memohon maaf jika dalam penulisan makalah ini banyak kekurangan dan kekeliruan. Karena penulis masih dalam proses belajar dan murni hasil penulisan karya sendiri dari hasil literasi berbagai sumber yang ada. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis khususnya, bagi semua pembaca umumnya, serta dapat berguna pada kemajuan ilmu pengetahuan.
Tasikmalaya, April 2021
Tim Penulis (Kelompok 8)
RINGKASAN
Makalah ini berisikan mengenai bencana alam yaitu bencana alam banjir. Banjir merupakan peristiwa yang berdampak buruk bagi masyarakat akibat dari faktor-faktor penyebabnya yang dilakukan. Bencana alam banjir merupakan salah satu bencana yang paling sering terjadi di Indonesia, terlebih baru baru ini bencana alam banjir sedang terjadi atau melanda di beberapa wilayah di Indonesia. Dalam makalah ini menjelaskan mengenai apa itu definisi dari bencana alam dan juga banjir, kemudian mengenai penyebab dari banjir sehingga pembaca memahami apa penyebab banjir, kemudian dampak dari banjir itu sendiri bagi masyarakat. Dan di dalam makalah ini juga sedikit menjelaskan atau menuliskan beberapa hal yang mungkin dapat dilakukan masyarakat guna mencegah terjadinya banjir. Tujuan dari penulisan tersebut yaitu sebagai dasar pengetahuan dan pemahaman bagi para pembaca supaya paham akan penyebab dan dampak dari becana banjir, sehingga dapat melakukan pencegahan dari dampak yang akan ditimbulkan dan mengindari dari faktor-faktor penyebab resiko terjadinya banjir.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ ii
RINGKASAN .....................................................................................................................iv
DAFTAR ISI ....................................................................................................................... v
BAB I .................................................................................................................................. 6
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 6
A. Latar Belakang ........................................................................................................ 6
B. Manfaat ................................................................................................................... 7
BAB II ................................................................................................................................. 8
TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................................................... 8
A. Kajian Teori ............................................................................................................ 8
1. Definisi Banjir ..................................................................................................... 8
2. Penyebab Banjir .................................................................................................. 9
3. Dampak Banjir Bagi Masyarakat ...................................................................... 10
4. Pencegahan Banjir ............................................................................................ 12
B. Cerita Pendek ........................................................................................................ 13
BAB III ............................................................................................................................. 15
TAHAP PELAKSANAAN ............................................................................................... 15
A. Naskah Lengkap .................................................................................................... 15
B. Story Board / Jalan Cerita ..................................................................................... 18
BAB IV ............................................................................................................................. 21
HASIL YANG DICAPAI ................................................................................................. 21
BAB V .............................................................................................................................. 24
PENUTUP ........................................................................................................................ 24
A. Kesimpulan ........................................................................................................... 24
B. Saran ..................................................................................................................... 25
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 26
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia sebagai negara kepulauan yang secara geografis terletak di daerah khatulistiwa, di antara Benua Asia dan Australia serta di antara Samudera Pasifik dan Hindia, berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia merupakan wilayah teritorial yang sangat rawan terhadap bencana alam. Bencana alam adalah suatu peristiwa atau kejadian yang dapat menimbulkan kerugian bagi makhluk hidup terutama manusia, yang disebabkan baik oleh faktor alam maupun ulah manusia itu sendiri. Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, bahwa bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Contoh dari bencana alam yang disebabkan oleh faktor alam yaitu: gempa bumi, tsunami, banjir, angin puting beliung, dan gunung meletus. Sedangkan bencana alam yang disebabkan oleh faktor ulah manusia atau lingkungan yaitu: banjir, longsor, dan lainnya.
Salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia ialah banjir. Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar didunia yang memliki 2 musim yaitu musim panas dan musim hujan, indonesia merupakan Negara yang memiliki intensitas curah hujan yang tinggi sehingga sangat rentan dengan masalah banjir. Banjir merupakan perstiwa tergenangnya air yang menutupi permukaan daratan atau tanah baik itu rendah maupun tinggi. Banjir merupakan salah satu bentuk fenomena alam yang terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi di mana terjadi kelebihan air yang tidak tertampung oleh jaringan pematusan suatu wilayah. Banjir didefinisikan sebagai suatu kondisi yang mana air dalam saluran pembuang (kali) tidak dapat tertampung atau terjadinya hambatan pada aliran air di dalam saluran pembuangan. Dalam hal ini, banjir adalah peristiwa alam yang dapat menimbulkan baik kerugian harta benda penduduk maupun korban jiwa. Maka, banjir dapat pula dikatakan sebagai kejadian luapan air yang diakibatkan bila penampang saluran yang kurang kapasitasnya. (Suripin, 2004) dalam (Wismarini & Sukur, 2015).
Peristiwa banjir di Indonesia selalu terjadi setiap tahunnya, terutama di daerah Ibu Kota DKI Jakarta. Dewasa ini, telah sering terjadi bencana alam banjir di berbagai daerah seperti Jakarta, Bekasi, NTT, dan lainnya. Penyebab yang sering ditemukan yaitu budaya masyarakat yang masih lalai dalam menerapkan disiplin tidak buang sampah sembarangan dan ke sungai, sedangkan resapan air sangat kurang. Maka ketika musim hujan datang akan menyebabkan resiko tinggi terjadinya banjir. Banyaknya masyarakat yang abai terhadap kelestarian lingkungan, hal tersebut dibuktikan dengan masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Maka akibat dari perbuatan tersebut menimbulkan terjadinya banjir yang dapat memberikan dampak buruk bagi masyarakat itu sendiri. Maka untuk mengantisipasi dari dampak buruk banjir, masyarakatharu memahami penyebab dan dampaknya dari peristwa banjir. Sehubungan hal tersebut, penulis mengambil judul “PENYEBAB DAN DAMPAK BANJIR TERHADAP MASYARAKAT”.
B. Manfaat
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis maupun secara praktis.
Secara teoritis makalah ini berguna sebagai pengembangan pengetahuan dan pemahaman mengenai penyebab dan dampak banjir bagi masyarakat.
Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi:
1. penulis, untuk menjadi dasar pengetahuan dan pemahaman mengenai penyebab dan dampak banjir.
2. pembaca, untuk implementasi dalam bentuk antisipasi atas kesadaran dan pemahaman mengenai penyebab dan dampak banjir.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Definisi Banjir
Bencana alam merupakan bencana yang terjadi akibat terganggunya keseimbangan komponen – komponen alam tanpa campur tangan manusia. Bencana alam di Indonesia disebabkan oleh karena Indonesia terletak di antara tiga pertemuan lempeng yaitu lempeng Indo – Australia yang bergerak ke utara, lempeng Eurasia yang bergerak ke selatan, dan lempeng pasifik yang bergerak ke timur barat. Akibat Pertemuan tiga lempeng tersebut menyebabkan terjadinya penekanan pada lapisan bawah bumi yang mengakibatkan wilayah Negara kepulauan memiliki morfologi yang bergunung – gunung dan relief yang relative kasar. (Hermon, 2015)
Bencana Alam (Natural Disaster) secara definitif adalah interaksi dari bahaya alam (natural hazard) yang secara umum terjadi dari kejadian alam yang tiba-tiba (tak terduga), dalam keadaan rentan (Vulnerable Conditions) dan mengakibatkan kerusakan/kerugian terhadap manusia dan lingkungannya. (Masri and Tipple., 2002) dalam (Wismarini & Sukur, 2015). Bencana alam merupakan periatiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. Bencana alam itu sendiri ada berbagai macam yaitu dapat berupa banjir, tanah longsoh, gunung meletus, tsunami, dan sebagainnya. Namun, umumnya yang sering terjadi di Indonesia dan juga sedang terjadi baru baru ini di Indonesia yaitu bencana alam berupa banjir.
Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan yang biasanya kering karena volume air yang meningkat. Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan disuatu tempat oleh beberapa penyebab seperti hujan besar, peluapan air, sungai, atau pecahnya bendungan sungai. Di banyak daerah yang gersang di dunia, tanahnya mempunyai daya serapan air yang buruk atau jumlah curah hujan yang melebihi kemampuan tanah untuk menyerap air. (Riyadi, 2009).
Banjir didefinisikan sebagai suatu kondisi yang mana air dalam saluran pembuang (kali) tidak dapat tertampung atau terjadinya hambatan pada aliran air di dalam saluran pembuangan. Dalam hal ini, banjir adalah peristiwa alam yang dapat menimbulkan baik kerugian harta benda penduduk maupun korban jiwa. Maka, banjir dapat pula dikatakan sebagai kejadian luapan air yang diakibatkan bila penampang saluran yang kurang kapasitasnya. (Suripin, 2004) dalam (Wismarini & Sukur, 2015)
Menurut (Findayani, 2018) Bencana banjir merupakan kejadian alam yang dapat terjadi setiap saat dan sering mengakibatkan hilangnya nyawa serta harta benda. Kerugian akibat banjir dapat berupa kerusakan pada bangunan, kehilangan barang-barang berharga, hingga kerugian yang mengakibatkan tidak dapat pergi bekerja dan sekolah. Banjir tidak dapat dicegah, tetapi bisa dikontrol dan dikurangi dampak kerugian yang ditimbulkannya.
2. Penyebab Banjir
Menurut (Handayaningsih, 2018) Banjir dapat disebabkan oleh berbagai hal. Banjir dapat terjadi karena sebab alamiah dan ulah manusia. Penyebab alamiah merupakan penyebab alam yang sudah semestinya terjadi. Penyebab banjir oleh ulah manusia merupakan penyebab yang dipicu oleh perbuatan manusia. Ulah manusia penyebab banjir mencerminkan sikap tidak bertanggung jawab dan tidak mencintai alam.
1. Sebab alamiah
Terjadinya banjir karena peristiwa alam, antara lain karena curah hujan yang tinggi. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan meningkatnya jumlah air. Air yang berlebih akan meluap atau menggenang sehingga menyebabkan banjir. Erosi atau rusaknya tanah di daerah gunung juga semakin memudahkan terjadinya banjir. Erosi di lereng gunung dapat mengakibatkan menurunnya daya serap tanah. Air hujan dalam jumlah banyak akan langsung mengalir ke daerah yang lebih redah secara cepat sehingga menyebabkan banjir bandang. Wilayah yang rendah selalu menjadi tujuan datangnya air. Hal ini terjadi karena air selalu mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Jadi, salah satu penyebab banjir adalah posisi wilayah yang satu lebih rendah dari wilayah lainnya.
2. Sebab ulah manusia
Salah satu penyebab kerusakan lingkungan adalah karena ulah manusia yang tak bertanggung jawab. Kerusakan – kerusakan itu selalu menimbulkan bencana bagi manusia sendiri. Banjir yang disebabkan ulah manusia, misalnya penggundulan hutan. Penebangan pohon sembarangan menyebabkan hutan menjadi gundul dan erosi. Erosi tanah mengakibatkan rendahnya daya serap tanah.
Kerusakan daerah aliran sungai (DAS) juga merupakan penyebab banjir karena ulah manusia. Daerah aliran sungai merupakan tempat berkumpulnya air hujan melalui sungai. Kerusakan DAS dapat mengakibatkan aliran air tersendat dan meluap.
Saat ini banyak daerah terbuka hijau yang beralih menjadi bangunan beton dan jalan beraspal. Hal ini juga merupakan penyebab banjir. Bangunan beton dan aspal menyebabkan air tidak terserap, menggenang, dan terjadilah banjir.
Contoh ulah manusia yang sering dilakukan sebagai penyebab banjir adalah membuang sampah sembarangan. Kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan dilakukan di jalan, di selokan, dan di sungai. Apabila hujan turun, sampah – sampah tersebut akan menyumbat aliran sungai. Akibatnya, aliran air terhambat, meluap, dan terjadilah banjir.
3. Dampak Banjir Bagi Masyarakat
Secara umum dampak banjir dapat bersifat langsung maupun tidak langsung. Dampak langsung relative lebih mudah diprediksi dari pada dampak tidak langsung. Dampak yang dialami oleh daerah perkotaan dimana didominasi oleh permukiman penduduk juga berbeda dengan dampak yang dialami daerah perdesaan yang didominasi oleh areal pertanian.
Menurut Kodoatie dan Syarief (2006) dalam (Rosyidie, 2013) memberikan beberapa contoh dampak atau kerugian banjir antara lain hilangnya nyawa atau terluka, hilangnya harta benda, kerusakan permukiman, kerusakan wilayah perdagangan, kerusakan wilayah industri, kerusakan areal pertanian, kerusakan system drainase dan irigasi, kerusakan jalan dan rel kereta api, kerusakan jalan raya, jembatan, dan bandara, kerusakan system telekomunikasi, dll.
Banjir menimbulkan kerugian secara material dan non material. Selain mengganggu aktifitas masyarakat juga menimbulkan masalah kesehatan. Banjir ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemerintah karena dampak yang ditimbulkannya sangat merugikan para korban, seperti:
a. Kesulitan air bersih
Keterbatasan air bersih pasti ditemukan dalam kondisi banjir begini, baik untuk minum atau untuk kebutuhan sehari-hari lainnya. Air isi ulang sangat dibutuhkan untuk air minum dan mandi.
b. Menimbulkan kerugian ekonomi
Banjir mengakibatkan kerusakan rumah dan isi barang dalam rumah, bahkan kehilangan barang-barang berharga lainnya. Selain itu, para korban juga akan sulit untuk bekerja selama banjir terjadi. Musibah ini menimbulkan kerugian kepada masyarakat korban dari sisi ekonomi. Untuk beberapa daerah yang terdampak besar terhadap banjir ini akan berdampak juga kepada penghambatan laju perputaran roda ekonomi suatu daerah karena masyarakat setempat sangat bergantung dengan hasil alam di daerah tersebut.
c. Menimbulkan masalah kesehatan
Air kotor, kekurangan air bersih, dan banyaknya genangan air sudah dipastikan menimbulkan masalah kesehatan. Dan berikutnya akan menimbulkan penyebaran wabah penyakit. Penyakit yang timbul pada kawasan yang terkena banjir ini rentan menyerang anak-anak dan kaum lanjut usia. Hal ini terjadi karena Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) tidak dilaksanakan dengan baik dan benar seperti melakukan cuci tangan setelah kontak dengan air banjir (khususnya sebelum makan), tidak membiarkan anak-anak bermain dengan air banjir dan mainan yang sudah terkontaminasi air banjir. Di Indonesia, penyakit demam berdarah adalah penyakit yang paling diwaspadai ketika musim hujan tiba atau pasca banjir. Sementara untuk penyakit yang disebabkan oleh binatang pengerat, leptospirosis merupakan penyakit yang paling banyak ditemui. Bakteri leptospira banyak ditemukan pada tikus. Penyebaran pada manusia terjadi bila urine tikus yang mengandung leptospira mengkontaminasi air dan makanan serta mengenai kulit manusia.
d. Melumpuhkan aktifitas masyarakat
Banjir yang cukup besar dapat menenggelamkan rumah penduduk dan mengharuskan masyarakat korban untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pakaian seadanya dan tidak adanya tempat tinggal membuat masyarakat menjadi sulit untuk melakukan aktifitas seperti biasa. Bencana banjir juga membuat kesulitan dalam akses dan transportasi. Selain itu dapat merusak fasilitas sosial dan fasilitas umum yang dapat membantu kegiatan pemenuhan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
e. Menimbulkan korban jiwa
Korban jiwa juga dapat ditemukan dalam kondisi bencana banjir. Baik karena terseret arus banjir atau karena luapan air yang tidak dapat diprediksi. Sangat memungkinkan hal itu terjadi jika banjir yang terjadi menimbulkan kerusakan permukiman masyarakat dan lingkungannya. Selain itu, korban jiwa juga berasal dari korban banjir yang terkena penyakit seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
4. Pencegahan Banjir
Banjir sebenarnya tidak dapat dicegah karena dapat datang sewwaktu – waktu, namu banjir bisa di control aatu dapat melakukan suatu hal yang mungkin dapat mencegah terjadinya banjir. Pencegahan banjir dapat dilakukan dengan berbagai cara. Menurut (Handayaningsih, 2018) Tindakan pencegahan banjir yang dapat dilakukan, ntara lain :
Pengelolaan air hujan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan jumlah air meningkat dan akan mengalir sia –sia jika tanah tidak mampu menyerap. Air hujan sebaiknya dikelola supaya tidak menyebabkan banjir, salah satu cara pengelolaannya yaitu dengan menampunya didalam tanah atau dengan membuat sumur resapan. Sumur resapan adalah sumur yang dibuat untuk menampung air hujan. Air hujan juga akan diserap oleh tanah dalam sumur resapan. Oleh karena itu, sumur resapan dapat menjaga keseimbangan tata air dan menyelamatkan sumber daya air.
Tindakan paling penting untuk pencegahan banjir adalah menjaga keseimbangan lingkungan. Menanam pohon adalah hal sederhana yang memiliki pengaruh luar biasa bagi lingkungan. Kita harus menanam dan menjaga kelesetarian pohon, apalagi pohon – pohon di daerah hulu. Hulu merupakan tempat munculnya sumber air yang berasal dari mata air maupun resapan air hujan. Apabila hulu rusak, tanah kehilangan daya serapnya. Akibatnya, banjirpun akan melanda.
B. Cerita Pendek
Februari 2021, bangun tidur aku menghidupkan televisi untuk menonton berita, dan ternyata yang muncul adalah kabar duka yakni bencana banjir melanda wilayah ibukota DKI Jakarta. Sebenarnya berita seperti ini selalu ada tiap tahunnya bahkan Bulan. Karena wilayah DKI jakarta menjadi wilayah yang rawan akan terjadinya banjir. Namun, dewasa ini berita banjir terus berdatangan terutama di bulan Februari ini. Yang sangat menyedihkan yaitu pada awal tahun 2021 ini sering terjadi bencana banjir melanda wilayah-wilayah di Indonesia terutama di wilayah DKI Jakarta. Diriku bertanya-tanya, apakah semua itu disebabkan semata mata oleh faktor alam saja, atau kah ada campur tangan aktifitas manusia itu sendiri juga yang menjadi penyebab terjadinya banjir?
Secara teoritis memang penyebab terjadinya banjir itu ada dua faktor yakni disebabkan faktor alam dan faktor aktifitas manusia. Yang aku lihat dari berita bahwasannya banjir di Jakarta disebabkan oleh curah hujan yang tinggi pada Februari sehingga genangan air naik ke berbagai wilayah di Jakarta. Tetapi hanya sebab curah hujan tinggi saja dapat mendatangkan banjir itu tidak cukup sebagai penyebab banjir. Karena contoh misalnya di daerahku Ciamis, pada musim hujan ini yang terkadang curah hujannya tinggi, tidak menyebabkan banjir di halamanku. Berbeda dengan di wilayah Jakarta yang apabila curah hujan tinggi maka mudah untuk mendatangkan banjir. Disini aku tau bahwa curah hujan bukan sepenuhnya menjadi penyebab banjir. Lantas apakah itu? Yaa, di wilayah Jakarta sampah menumpuk, budaya masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan atau ke sungai. Ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan yakni salah satunya tidak membuang sampah sembarangan.
Memperihatinkan, melihat dampak buruk dari banjir bagi masyarakat di wilayah Jakarta tersebut, selain terjadinya kerusakan – kerusakan, banyak dari mereka yang kehilangan harta, rumah, bukan hanya itu banjir juga berdampak pada kondisi kesehatan mereka juga. Tentu dengan adanya bencana banjir ini sengat merugikan masyarakat, terlebih melihat bencana banjir ini sangat sering terjadi di Indonesia terutama wilayah Jakarta, untuk itu perlu adanya upaya pencegahan banjir, dan masyarakatpun diharapkan dapat menaati peraturan dengan tidak membuang sampah secara sembarangan dan adanya kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Pada dasarnya, masyarakat sendiri sebenanrnya banyak yang sudah menyadari apa penyebab dari banjir, namun masih kurang adanya kesadaran diri masyarakat untuk melakukan upaya dalam mencegah terjadinya banjir.
BAB III
TAHAP PELAKSANAAN
A. Naskah Lengkap
1. Shot List
Scene
Shot
Shot Size/Angel
Durasi
Lokasi
Subjek dan Aksi
1
1
Short Shot
15 Detik
Menyesuaikan
Menampilkan gambar diiringi tulisan pembuka.
2
2
Medium Close Up
20 Detik
Rumah Masing-masing
Menampilkan take video perkenalan masing-masing anggota serta persembahan dari kelompok.
3
3
Long Shot
45 Detik
Menyesuaikan
Menampilkan gambar diiringi suara dubbing anggota kelompok mengenai berita banjir di Jakarta 2021.
4
4
Long Shot
45 Detik
Menyesuaikan
Menampilkan gambar diiringi suara dubbing anggota kelompok mengenai penyebab `terjadinya banjir Jakarta 2021.
5
5
Long Shot
45 Detik
Menyesuaikan
Menampilkan gambar diiringi suara dubbing anggota kelompok mengenai dampak yang ditimbulkan banjir terhadap warga Jakarta.
6
6
Long Shot
45 Detik
Menyesuaikan
Menampilkan gambar diiringi suara dubbing anggota kelompok mengenai upaya pencegahan banjir.
7
7
Short Shot
45 Detik
Menyesuaikan
Menampilkan video mengenai kesimpulan dari keseluruhan pembahasan.
8
8
Medium Close Up
20 Detik
Rumah Masing-masing
Menampilkan take video penutupan oleh semua anggota kelompok.
2. Pemilihan Lokasi & Pengambilan Gambar
• Dari rumah masing-masing
• Mengambil video dan gambar dari sumber yang ada
3. Perangkat Hard Ware/Soft Ware yang Digunakan
• Untuk pengambilan/take video masing-masing anggota menggunakan kamera smartphone.
• Untuk tampilan video & gambar dari sumber lain, proses editingnya menggunakan software yang terdapat di smartphone yaitu VN dan semacamnya.
4. Metode Dan Tahapan Produksi Video
a) Tahap pertama, yaitu membuat perencanaan mengnai kerangka dan konsep video yang akan dibuat.
b) Kedua, mencari sumber video dan gambar terkait cerpen isu penyebab dan dampak banjir Jakarta 2021.
c) Ketiga, mengambil/take video masing-masing anggota kelompok mengenai perkenalan, persembahan, dan penutup.
d) Keempat, mengambil video pemandangan yang akan menjadi backround pembuka.
e) Kelima, proses editing video dengan menggabungkan segala elemen video dan gambar yang sudah disiapkan sebelumnya menggunakan beberap software pada smartphone.
f) Tahap akhir, proses review video yang selesai dibuat untuk menetapkan apakah video tersebut siap untuk dipublikasikan atau diperlukan revisi.
5. Teknik Editing
Teknik editing yang dilakukan yaitu menggabungkan semua gambar dan video yang sudah terkumpul. Lalu kemudian menambahkan dubbing suara semua anggota kelompok mengenai pembahsan cerpen di video, serta menambahkan juga iringan instrumental musik supaya video terlihat lebih menarik dan bagus.
6. Pengisi Suara
Pengisi suara/dubbing dilakukan oleh semua anggota kelompok sesuai dengan bagian pembahasan cerpen masing-masing.
B. Story Board / Jalan Cerita
Ringkasan
Scene
Alat yang Digunakan
Narasi
Keterangan
Pembuka
Isi
Scene 1: Video pembuka.
Scene 2: Video perkenalan dan persembahan kelompok.
Scene 3: Video & gambar mengenai berita banjir di Jakarta 2021.
Scene 4: Video & gambar mengenai
Smartphone
Smartphone
Smartphone
Smartphone
Menampilkan gambar/ilustrasi menyalakan televise dan kalimat pembuka
Satu persatu memperkenalkan dirinya melalui video yang pertama raihan dilanjut kurni kemudian yang terakhir elsa.
Menjelaskaanmengenai bencana alam banjir
Menjelaskan menganai apa yang menjadi penyebab banjir
Melalui aplikasi editing
Tempat pengambilan video dirumah masing – masing anggota kelompok
Gambar/Video mengambil dari sumber lain
Gambar/Video mengambil dari sumber
Penutup penyebab terjadinya banjir.
Scene 5: Video & gambar mengenai dampak yang ditimbulkan banjir terhadap warga Jakarta.
Scene 6: Video mengenai upaya pencegahan banjir.
Scene 7: Video kesimpulan dari keseluruhan pembahasan.
Scene 8: Video
Smartphone
Smartphone
Smartphone
Smartphone
Menjelaskan mengenai dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat
Menjelaskan mengani upaya dalam pencegahan banjir
Menjelaskan kesimpulan dari seluruh bahasan
Menampilkan gambar
lain
Gambar/video mengambil dari sumber lain
Gambar/video mengambil dari sumber lain
Salah satu anggota kelompok menjelaskan
Penutupan: penutup oleh anggota kelompok
dan kalimat penutup
dilakukan oleh anggota kelompok
BAB IV
HASIL YANG DICAPAI
A. Analaisis Permasalahan Bencana Alam Banjir
Indonesia sebagai negara kepulauan yang secara geografis terletak di daerah khatulistiwa, di antara Benua Asia dan Australia serta di antara Samudera Pasifik dan Hindia, berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia merupakan wilayah teritorial yang sangat rawan terhadap bencana alam. Salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia ialah banjir. Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar didunia yang memliki 2 musim yaitu musim panas dan musim hujan, indonesia merupakan Negara yang memiliki intensitas curah hujan yang tinggi sehingga sangat rentan dengan masalah banjir. Banjir merupakan perstiwa tergenangnya air yang menutupi permukaan daratan atau tanah baik itu rendah maupun tinggi. Banjir merupakan salah satu bentuk fenomena alam yang terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi di mana terjadi kelebihan air yang tidak tertampung oleh jaringan pematusan suatu wilayah. Penyebab banjir bukan hanya terjadi karena faktor alam, tapi juga karena faktor manusianya itu sendiri seperti masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, penebangan hutan, dan sebagainya, hal ini sangat memungkinkan terjadinya banjir.
Banjir sendiri merupakan bencana alam yang sering terjadi baru – baru ini, biasanya wilayah Jakarta merupakan salah satu kota yang sering mengalami banjir. Hal ini tentu sangat berdampak pada masyarakat dan tentunya dampaknya berupa dampak buruk, untuk itu perlu penanganan atau upaya yang serius dalam mengatasi permasalah banjir ini, meskipun banjir memang dapat datang sewaktu – waktu tanpa diketahui, tapi kita sebagai masyarakat harus tetap berupaya melakukan hal yang dapat mencegah banjir, hal ini dilakukan guna meminimalisir terjadinya banjir.
B. Analisis SWOT Mengenai Bencana Alam Banjir
Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang (opportunities) dan ancaman (threats) dengan faktor internal kekuatan (strengths) dan kelemahan (weakness). Kelebihan dan Kekurangan mengenai bencana alam berupa banjir berdasarkan analisis SWOT diantaranya : Kekuatan (strength) yaitu dengan adanya bencana alam banjir dan masyarakat terkena dampak dari banjir tersebut maka masyarakat menjadi sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya, melestarikan lingkungan, dsb. Kelemahan (weakness) adalah masyarakat terkena dampak dari banjir sehingga menyebabkan banyanya aktifitas masyarakat yang menjadi terganggu, serta kurangnya upaya masyarakat dalam melakukan pencegahan banjir. Peluang (opportunities) yaitu masyarakat menjadi memahami dan mengetahui upaya apa saja yang dapat dilakukan dalam pencegahan bencana alam banjir. Sedangkan ancaman (threat) adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan dalam upaya pencegahan banjir, banyak masyarakat yang sudah memahami cara atau upaya dalam menjegah banjir namun terkadang masih kurangnya kesdaran diri masyarakat dalam melakukannya.
C. Hambatan – Hambatan
Hambatan yang ditemu selama proses pembuatan video yaitu kurangnya atau terbatasnya media untuk mengedit video karena hanya mengandalkan smartphone serta kurangnya keterampilan atau kemampuan dalam mengedit video. Dalam membuat video juga cukup sulit dalam menemukan ide cerita yang sesuai dengan isu bahasan yang diambil serta dalam menentukan alur cerita. Selain itu, yaitu hambatan dalam melakukan diskusi kelompok mengenai pembuatan tugas atau pembuatan video karena saat ini masih masa pandemic yang mengharuskan mahasiswa belajar dari rumah, sehingga kita dalam melakukan diskusi kelompok terkadang terjadi kendala karena hanya melalui media sosial.
D. Pelajaran yang Dapat Diambil dari Pembuatan Video
Dari adanya pembuatan video ini kita dapat mengambil pelajaran yaitu bagaimana kita dalam menentukan ide dan alur cerita terlebih dahulu sebelum membuat video, cara menyusun naskah, membuat story board kemudian cara membuat video. Kita juga bisa sambil belajar dalam membuat dan mengedit video, sehingga kita bisa mengetahui teknik – teknik dalam membuat dan mengedit video melalui smartphone.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bencana alam merupakan periatiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. Bencana alam itu sendiri ada berbagai macam yaitu dapat berupa banjir, tanah longsoh, gunung meletus, tsunami, dan sebagainnya. Namun, umumnya yang sering terjadi di Indonesia dan juga sedang terjadi baru baru ini di Indonesia yaitu bencana alam berupa banjir. Banjir merupakan peristiwa tergenangnya air yang menutupi permukaan daratan atau tanah baik itu rendah maupun tinggi. Banjir dapat menimbulkan dampak buruk bagi manusia dan lingkungan. Banjir dapat terjadi karena dua penyebab yaitu faktor alam dan faktor aktivitas manusia. Banjir akibat alami dipengaruhi oleh curah hujan, fisiografi, erosi dan sedimentasi, kapasitas sungai, kapasitas draineese dan pengaruh air pasang. Sedangkan banjir akibat aktivitas manusia disebabkan karena ulah manusia yang menyebabkan perubahan-perubahan lingkungan seperti: perubahan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS), kawasan pemukiman disekitar bantaran, rusaknya drainase lahan, kerusakan bangunan pengendali banjir, rusaknya hutan (vegetasi alami), dan perencanaan sistim pengendali banjir yang tidak tepat.
Banjir menimbulkan kerugian secara material dan non material. Selain mengganggu aktifitas masyarakat juga menimbulkan masalah kesehatan. Banjir ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemerintah karena dampak yang ditimbulkannya sangat merugikan para korban, seperti: kesulitan air bersih, menimbulkan kerugian ekonomi, menimbulkan masalah kesehatan, melumpuhkan aktifitas masyarakat, dan menimbulkan korban jiwa.
Banjir tidak dapat dicegah karena dapat datang sewaktu waktu, tetapi bisa dikontrol dan dikurangi dampak kerugian yang ditimbulkannya dengan memahami dan memperhatikan penyebab-penyebab yang menjadi resiko terjadinya banjir. Serta melakukan cara – cara yang mungkin dapat mencegah terjadinya banjir seperti dengan membuat sumur resapan, menanam dan melestarikan pohon.
Dalam pembuatan video juga banyak memberikan pembelajaran, sehingga kita dapat mengetahui bagimana cara atau tahapan apa saja yang perlu dilakukan sebelum membuat video. Kemudian setelah membuat video, kita juga bisa mengetahui bagaimana cara atau teknik – teknik dalam mengedit video, terlebih menggunakan smartphone.
B. Saran
Masyarakat kini harus mempunyai kesadaran yang tinggi akan lingkungan sekitarnya dengan selalu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sebarangan misalnya. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk antisipasi terhadap bencana banjir. Di sisi lain, pemerintah pun harus turut bersosialisasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai penyebab dan dampak dari banjir terhadap masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Findayani, A. (2018). Kesiap Siagaan Masyarakat Dalam Penanggulangan Banjir Di Kota Semarang. Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan Dan Profesi Kegeografian, 12(1), 102–114. https://doi.org/10.15294/jg.v12i1.8019.
Handayaningsih, Sri. (2018). Bersahabat dengan Bencana Alam. Jakarta Timur : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Hermon, Dedi. (2015). Geografi Bencana Alam. Depok : PT Rajagrafindo Persada
Natsir, Muh. Fadli. 2017. “Analisis Permasalahan Banjir Wilayah Kelurahan Karunrung Kecamatan Rappocini Kota Makassar”. Skripsi. Makassar : UIN Alauddin Makassar.
Nn. (2018, 11 Oktober). Beberapa Dampak Banjir Bagi Masyarakat. Diakses pada 18 April 2021, dari https://pemkomedan.go.id/artikel-18051-beberapa-dampak-banjir-bagi masyarakat.html#:~:text=Banjir%20mengakibatkan%20kerusakan%20rumah%20dan,masyarakat%20korban%20dari%20sisi%20ekonomi.
Pratama, Gunawan. 2017. “Analisis Penanggulangan Bencana Banjir Oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu”. Skripsi. Bengkulu : Universitas Bengkulu.
Riyadi, Agus. ( 2009). Bahaya Banjir dan Cara Penanggulangannya. Semarang : ALPRIN
Rosyidie, A. (2013). Banjir: Fakta dan Dampaknya, Serta Pengaruh dari Perubahan Guna Lahan. Journal of Regional and City Planning, 24(3), 241. https://doi.org/10.5614/jpwk.2013.24.3.1.
Wismarini, T. D., & Sukur, M. (2015). Penentuan Tingkat Kerentanan Banjir Secara Geospasial. Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK, 20(1), 57–76. http://www.unisbank.ac.id/ojs/index.php/fti1/article/viewFile/4630/1362.
Komentar
Posting Komentar